Evaluasi Capaian Program Gizi dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Kota Balikpapan Periode Januari–April 2026

Authors

  • Alwiati Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Musafirah Akil Ali Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Linda Kristian Ningtiyas Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Ari Priswanto Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Eva Dwi Rachmania Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Sapta Adi Wijayanto Dinas Kesehatan Kota Balikpapan
  • Selmin Besse Dinas Kesehatan Kota Balikpapan

Keywords:

Nutrition Program, Stunting, Under-Five Children, Program Evaluation, Growth Monitoring, Balikpapan

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi prioritas di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berbagai program gizi di Puskesmas telah dilaksanakan untuk mendukung percepatan penurunan stunting, antara lain pemantauan pertumbuhan balita, penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemberian makanan tambahan (PMT), serta penanganan balita dengan masalah gizi. Evaluasi program diperlukan untuk menilai efektivitas pelaksanaannya dalam mendukung penurunan stunting di daerah. Tujuan: Mengevaluasi capaian program gizi dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Balikpapan periode Januari–April 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif evaluatif dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari laporan rutin program gizi pada 27 Puskesmas di Kota Balikpapan selama Januari–April 2026. Variabel yang dianalisis meliputi cakupan penimbangan dan pengukuran balita, kepemilikan Buku KIA, kenaikan berat badan, serta prevalensi stunting, wasting, underweight, dan overweight. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 53.143 sasaran balita, sebanyak 36.963 balita usia 0–59 bulan menjadi sasaran pemantauan. Cakupan balita yang ditimbang mencapai 56,43% dan yang ditimbang serta diukur 56,11%. Kepemilikan Buku KIA sangat tinggi, yaitu 97,85%, sedangkan balita yang mengalami kenaikan berat badan sebesar 51,66%. Prevalensi stunting tercatat 12,51%, wasting 6,74%, underweight 12,81%, dan overweight 4,34%. Meskipun kepemilikan Buku KIA tinggi, cakupan pemantauan pertumbuhan masih belum optimal. Kesimpulan: Program gizi di Kota Balikpapan menunjukkan capaian baik pada kepemilikan Buku KIA, namun pemantauan pertumbuhan balita perlu ditingkatkan. Penguatan pemantauan, intervensi gizi spesifik, dan tindak lanjut kasus berisiko diperlukan untuk mempercepat penurunan stunting.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles