Analisis Fungsionalitas Aplikasi AnemiaGo Menggunakan Metode Waterfall
Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Mobile Health, Edukasi, Metode WaterfallAbstract
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada kelompok remaja putri. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 48,9% dan menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan hingga 65,5% pada periode pandemi COVID-19 (2020-2022). Anemia pada remaja putri memiliki dampak serius terhadap perkembangan kognitif, prestasi akademik, dan produktivitas jangka panjang. Latent risk atau risiko laten defisiensi besi pada masa remaja yang dapat berlanjut hingga masa kehamilan, menciptakan siklus antar generasi yang sulit diputus. Perkembangan teknologi mobile telah membuka peluang baru dalam bidang kesehatan masyarakat melalui konsep Mobile Health (mHealth). Menurut World Health Organization (WHO), mHealth didefinisikan sebagai praktik medis dan kesehatan masyarakat yang didukung oleh perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan perangkat wearable. Dari permasalahan yang diutarakan di atas, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi Android untuk layanan edukasi Anemia pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS) yang berbasis konsep Mobile Health (mHealth). Pengembangan aplikasi AnemiaGo untuk edukasi terkait anemia dan deteksi dini penyakit anemia ini dikembangakan dengan Metode Waterfall. Metode Waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang bersifat sekuensial dan linear, setiap fase harus diselesaikan sepenuhnya sebelum melanjutkan ke fase berikutnya Hasil pengujian pada aplikasi AnemiaGO menggunakan metode black box menunjukkan bahwa implementasi aplikasi dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.



